2 Jenis Hukum Judi Online Menurut Islam

bandarqq – Seiring dengan perkembangan zaman dimana teknologi semakin berkembang, tindakan perjudian juga semakin marak dan berkembang. Jika dahulu kala perjudian dilakukan secara konvensional atau tradisional, namun sekarang inj judi bisa dilakukan secara online. Lantas bagaimanakah hukum judi online menurut islam? Apakah hukumnya sama dengan judi yang dilakukan secara konvensional? Untuk mengetahui hukum judi online, maka akan dikupas tuntas dalam artikel ini. 

Bagi orang yang menganut agama Islam, segala tindakan yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan sudah ditulis dalam kitab Al-Qur’an. Oleh karena itu, sebagai umat yang taat sebisa mungkin para pemeluk agama Islam akan mematuhinya. Akan tetapi, tidak semua orang bisa patuh dengan apa yang sudah tertera dalam Al-Qur’an. Masih banyak orang-orang yang mencerminkan perilaku menyimpang dari apa yang telah diajarkan dalam Al-Qur’an. Perilaku yang seperti ini disebut dengan perbuatan munkar. Perbuatan seperti ini tidak baik untuk dilakukan dan sebisa mungkin harus segera ditinggalkan. Nah, salah satu perbuatan munkar adalah perjudian baik yang dilakukan secara konvensional maupun secara online. Dari sini dapat disimpulkan bahwa hukum judi online menurut islam yang pertama adalah sebuah perbuatan yang mun’kar dan sebisa mungkin harus segera ditinggalkan. 

Di dalam Islam perjudian bandarqq juga disebut dengan istilah maysir. Di dalam Al-Qur’an perjudian merupakan suatu perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah, namun begitu dicintai oleh Setan. Menurut Al-Qur’an perjudian hanya akan membawa kerugian bagi para pelakunya. Karena perjudian merupakan salah satu cara setan untuk menumbuhkan permusuhan serta kebencian antar sesama manusia. Selain itu, perjudian juga merupakan satu cara bagi setan untuk menghalangi para manusia melakukan shalat dan mendekatkan diri kepada Allah. Dari sini jelas sekali dapat disimpulkan bahwa perjudian merupakan sebuah perbuatan yang tidak baik dan tidak boleh untuk dilakukan. 

Pengertian Maysir (Perjudian) 

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai hukum judi online menurut islam, ada baiknya jika kita membahas terlebih dahulu apa itu yang disebut dengan maysir atau perjudian. Pada dasarnya maysir adalah tiap-tiap perbuatan apapun yang didalamnya mengandung sebuah pertaruhan. Di dalam agama Islam, maysir atau judi tidak hanya melulu pada hal yang merujuk pada suatu permainan, namun hal-hal lain juga bisa disebut dengan perjudian asalkan ada unsur taruhan didalamnya. Pertaruhan dalam judi tidak hanya dalam bentuk uang, namun bisa saja dalam bentuk barang seperti mobil, rumah, tanah, dan lain sebagainya. 

Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy maysir atau perjudian adalah segala bentuk permainan yang nampak jelas wujud menang dan kalahnya. Dimana pihak yang kalah dalam perjudian akan memberikan sejumlah uang atau barang kepada pihak yang menang. Uang atau barang yang diberikan ini merupakan taruhan yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak. Dalam judi online para pelaku perjudian juga melakukan hal seperti ini. Dimana pihak yang menang akan mendapatkan sejumlah uang dari pihak yang mengalami kekalahan. 

Hukum Judi Online Menurut Islam 

Setelah kita tahu lebih dalam mengenai apa itu yang disebut dengan perjudian. Lantas bagaimana dengan hukum perjudian itu sendiri. Apakah hukum judi online dan judi konvensional juga sama? Dikarenakan perjudian adalah sebuah perbuatan atau tindakan dimana ada dua pihak yang melakukan permainan atau suatu tindakan dengan menyertakan taruhan didalamnya, dimana pihak yang menang akan menerima bayaran dari pihak yang kalah. Dan tentu saja hal tersebut sama saja dengan apa yang dilakukan dalam perjudian online, dan sudah jelas tertulis dalam Qanun nomor 13 tahun 2013 bab III pasal 4 bahwa “perjudian hukumnya adalah haram”. Dari sini kita dapat simpulkan bahwa hukum kedua dari judi online menurut islam hukumnya adalah haram. 

Sekarang kita tahu bahwa perjudian atau maysir adalah haram hukumnya, baik itu perjudian yang dilakukan secara konvensional maupun yang dilakukan secara online. Perjudian merupakan perbuatan munkar karena tidak sesuai dengan perbuatan yang diajarkan didalam Al-Qur’an. Selain itu, perjudian hanya akan membawa dampak buruk bagi pelakunya karena perjudian merupakan salah satu cara setan untuk menjauhkan manusia dari Allah. Oleh karena itu, hendaknya kita menjauhi perbuatan mun’kar seperti perjudian, baik itu judi konvensional maupun judi online. Agar kita senantiasa dekat dengan Allah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *