Ini Dia Alasan Tidak Diperbolehkannya Pembuatan Aplikasi Judi

Bandarqq – Di era modernisasi seperti sekarang ini banyak sekali kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan dari efek kemajuan teknologi. Salah satunya dengan serba instan yang kita rasakan, yakni berupa kecanggihan teknologi yang dapat membantu kita sehari-hari seperti halnya ponsel dan laptop, bahkan motor mobil.

Namum, kecanggihan era teknologi ini ternyata untuk beberapa orang yang tidak mengambil sesuatu dengan positih malah memanfaatkan hal tersebut seenaknya. Seperti, adanya kejahatan dunia maya atau munculnya permainan judi. Sekarang lebih canggih lagi bentuk perjudiannya. Setelah adanya permainan secara daring, malah muncul aplikasi judi.

Adanya aplikasi perjudian tersebut, memudahkan orang yang biasa bergelut di dunia perjudian untuk mendaftarkan akunnya hanya pada satu wadah saja, tanpa harus mengunjungi situs terlebih dahulu. Beragam permainan yang ditawarkan pun sangat banyak sekali guys. Anda dapat mencarinya langsung di play store.

Selain bermacam-macam permainan yang tersedia, aplikasi judi pun ada yang hanya memuat seputar data perjudian saja. Nah! Semua orang tahu bukan, jika judi di negaa Indonesia sangat dilarang dan dapat dikenai hukuman. Lantas, jika hadirnya aplikasi yang hanya mmuat data perjudian saja apakah programer tersebut dikenai hukuman?

1. Larangan Bagi Penyelenggara

Segala hal yang berkaitan sekali dengan larangan judi bandarqq memang harus dikupas tuntas supaya anda memahami hal tersebut guys. Bahkan larangan membuat media informasi sekali pun yang berkaitan dengan perjudian sangat berhubungan sekali dengan peraturan perundang-undangan, tanpa terkecuali.

Sebenarnya kalau larangan adanya aplikasi judi memang sudah ditetapkan langsung oleh pemerintah. Ada di Undang Undang Nomor sebelas pada tahun 2008 ini bisa kamu pahami terlebih dahulu. Sehingga anda bisa melihat apa yang dijelaskan undang undang ini di dalamnya. Bahkan dengan adanya hal ini bisa disesuaikan dengan yang namanya penggunaan aplikasi secara digital.

Lantas, yang jadi pertanyaannya, jika seseorang membuat aplikasi yang hanya menampilkan data-data mengenai perjudian saja apakah hal tersebut termasuk melanggar aturan? Jawabannya adalah bisa dikata demikian. Mengapa? Karena baik orang atas kehendaknya sendiri atau orang lain yang mengakses aaplikasi tersebut diklaim sebagai penyelenggara.

Tetapi sayangnya banyak orang yang salah paham, padahal judi adalah salah satu hal yang diharamkan. Sehingga kalau kamu ingin mengetahui larangannya maka kamu bisa lihat langsung di dalam undang undang tersebut. Karena undang undang ini bukan hanya mengajarkan kamu sebatas aplikasi judi bahkan ada banyak sekali hal lainnya.

Berikut ini adalah penjabaran dari isi undang-undangnya!

Seseorang dikatakan sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik apabila ia telah menyediakan, mengoperasikan, menyediakan bahkan mengelola suatu sistem elektronik yang entah itu dikerjakan secara mandiri milik pribadi atau bersama-sama dengan orang lain baik untuk kepentingan dirinya sensiri atau orang lain. (1)

Namun sejatinya, penjabaran tersebut tidak cukup sampai pada poin 1 saja, pembuatan aplikasi judi yang masuk ke dalam undang-undang diperjelas kembali dalam poin ini yang menyatakan bahwa sistem elektronik yang dimaksud bersifat menyeluruh. Yakni perangkat seperti halnua ponsel atau PC yang memiliki kemampuan menyimpan, menyebar luaskan segala yang berkaitan dengan judi. (2)

Sementara informasi atau data yang berhubungan bisa terdapat dalam suatu aplikasi yang berhubungan dengan perihal judi, tidak terbatas pada angka, huruf, suara, media telegram atau tulisan, foto mau pun video saja, segala hal yang berhubungan dengan judi baik itu simbol atau sekali pun peta akan masuk ke ranah undang-undang. (3)

Nah! Dati pernyataan tersebut, kita pun sudah tahu, bukan? Bahwa seseoran yang telah membuat aplikasi perjudian dapat dikategorikan sebagai seorang penyelenggara, sementara siatem informasinya berupa aplikasi judi. Maka tidaklah heran apabila suatu saat anda dikenai sanksi dan diklaim sebagai penyelenggara siatem elektronik.

2. Larangan Bagi Pengguna Aplikasi

Di samping adanya larangan bagi seorang penyelenggara sistem elektronik alias pembuat aplikasi, anda jika menggunakan aplikasi yang memuat informasi seputar judi juga disebut sebagai pengguna. Nah! Aturan untuk pengguna ini pun sebenarnya sudah tercantum di dalam peraturan Undang-Undang.

Seorang pengguna aplikasi judi dapat masuk sebagai golongan pelaku jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Pasal 1 angka 9 di PP No 82 tahun 2012 yang berisikan tentang Penyelenggaraan Siatem dan Transaksi Elektronik, adalah setiap orang mau pun lembaga negara atau menyerupai barang/fasilitas yang difasilitasi oleh penyelenggara.

3. Larangan Untuk Pembuat Aplikasi

Selain penjelasan mengenai pengguna dan penyelenggara kegiatan perjudian, aturan di Indonesia juga menjerat peraturan Undang-Undang bagi seseorang yang membuat aplikasi lintas perjudian. Ya, bagi pembuat aplikasi android sendiri, akan ada hukuman uang menanti karena anda disebut sebagai penyelenggara.

Hal ini menjelaskan bahwa konten aplikasi judi di internet tersebut tidak boleh berisi konten negatif, seperti halnya judi. So, poin ini juga diperjelas kembali dengan muatan seperti:

– Hal yang bersifat kontra dengan nilai UUD RI 1945 dan juga nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila.

– Hal yang dapat menimbulkan pertentangan seperti keributan atau konflik baik antar pribadi atau antar kelompok aplikasi judi tertentu sehingga menimbulkan pencemaran nama baik yang bersifat melecehkan, menistakan dan lain sebagainya.

– Hal yang memprovokasi seseorang atau suatu kaum untuk melakukan perbuatan yang melanggar aturan hukum, perbuatan kekerasan, narkoba, perjudian, pornografi, penghinaan, dal lain-lain yang bersifat melaean aturan perundang-undangan.

Jadi sebenarnya bagi pembuat aplikasi judi pun dilarang membuat konten-konten yang bersifat negatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *